Direktori Indonesia - Indonesian free listing directory, SEO friendly free link directory, a comprehensive directory of Indonesian website. Active Search Results SEPUTAR PERTANIAN: PENGGUNAAN BIG GUN SPRINKLER PADA IRIGASI AIR TANAH
Seputar Pertanian, Bersama Mendukung Pembangunan Pertanian

Jumat, 17 Desember 2010

PENGGUNAAN BIG GUN SPRINKLER PADA IRIGASI AIR TANAH

Penggunaan air tanah untuk memenuhi berbagai keperluan seperti rumah tangga, industri dan pertanian telah lama dilakukan di Indonesia. Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum mulai tahun 1970 telah mengembangkan pemanfaatan air tanah untuk irigasi diderah cekungan Wilis – Lawu di Kabupaten Kediri-Nganjuk Propinsi Jawa Timur, hingga sampai saat ini pemanfaatan air tanah untuk irigasi telah berkembang hampir diseluruh Propinsi di Indonesia.
Untuk dapat memanfaatkan air tanah yang keberadaannya pada lapisan pembawa air yang disebut “akifer” dimana posisinya berada dibawah permukaan tanah, menyebabkan diperlukannya fasilitas sumur serta mengoperasikan  mesin pompa untuk dapat memanfaatkannya.
Pada sistim irigasi air tanah, setelah pembangunan sumur selesai, maka setiap kali petani membutuhkan air untuk sawahnya, petani tersebut harus mengoperasikan mesin pompa agar supaya air yang ada didalam sumur dapat mencapai sawahnya. Mengingat biaya operasi mesin pompa ini cukup besar, dibandingkan dengan irigasi permukaan yang menngunakan sistim grafitasi untuk mengalirkan air kesawah sehingga petani tidak mengeluarkan biaya sama sekali, maka perlu dicarikan sistim pengaliran air dengan efisiensi yang tinggi (tidak banyak air yang hilang sebelum mencapai sawah yang membutuhkannya), sehingga :

  1. Apabila digunakan saluran tanah, akan banyak air yang masuk kedalam tanah akibat porositas dari tanah itu sendiri, makin tinggi tingkat porositas tanah, makin banyak pula air yang dihisap oleh tanah tersebut.
  2. Apabila digunakan saluran yang dilining (misalnya dengan pasangan batu atau plat beton), memang kehilangan air akibat porositas tanah dapat direduksi secara signifikan akan tetapi kehilangan akibat evaporasi selama proses pengaliran tidak bisa dicegah. Selain itu mulai dari ujung saluran yang dililing mungkin harus tetap melewati saluran tanah beberapa puluh meter sebelum mencapai sawah petani yang membutuhkan air, disini terjadi kehilangan air lagi, beruntung petani yang sawahnya persis didepan ujung saluran yang dilining.
  3. Apabila digunakan saluran perpipaan PVC, kehilangan air akibat porositas tanah dan evaporasi dapat diatasi, tapi dari outlet perpipaan sejauh beberapa puluh meter sebelum mencapai sawah petani yang membutuhkan air juga tetap melewati saluran tanah.
Dengan menggunakan saluran perpipaan PVC yang dikombinasikan dengan “Big gun sprinkler”, maka kehilangan air sebelum mencapai sawah petani yang membutuhnkan dapat lebih ditekan lagi.
Big gun sprinkler adalah alat penyemprot air yang dapat memancarkan air sampai sejauh radius 100 meter atau diameter 200 meter. Secara umum alat ini mirip dengan water canon yang dipakai polisi untuk membubarkan demo atau yang digunakan oleh pasukan pemadam kebakaran. Perbedaanya adalah bahwa pada big gun sprinkler untuk irigasi ada tambahan peralatan yang berfungsi untuk mengatur agar supaya air yang jatuh ketanah didalam areal radius pancarannya uniform/seragam sehinngga kondisinya mirip hujan, sedangkan pada water canon yang diutamakan adalah jangkauannya.
Pada waktu beroperasi, posisi big gun sprinkler ini dipindah-pindahkan sedemikian rupa sehingga seluruh areal yang dilayani dapat menerima air.
Untuk satu mesin pompa pada umumnya memerlukan lebih dari satu big gun sprinkler sesuai dengan kasitas pompa dan kapasitas dari big gun sprinkler itu sendiri.
Keuntungan yang didapat dari penggunaan big gun sprinkler ini adalah :
  • Dapat digunakan pada lahan dengan kondisi topografi yang tidak teratur atau bergelombang dan berbukit-bukit.
  • Dapat diterapkan pada tekstur tanah pasiran hingga tanah berpasir yang persifat porous.
  • Kehilangan air akibat penguapan dan kebocoran kecil.
  • Apabila tidak ada masalah, biaya OP untuk jaringan pipa kecil.
  • Aman dari gangguan penjebolan secara liar karena pipa ditanam di bawah tanah, sehingga tidak perlu pemeliharaan secara khusus.
  • Cara pengoperasian penyiraman dapat dilakukan secara bergiliran, sehingga big gun sprinkler yang digunakan jumlahnya tidak perlu banyak.
  • Dapat mengatur suhu lingkungan di sekitarnya.
  • Air dapat dicampur dengan pupuk organik.
  • Tidak perlu saluran pembuangan karena air akan meresap ke dalam tanah.
Kendala pada penggunaan big gun sprinkler adalah :
  • Pemasangan awal diperlukan biaya besar karena peralatan cukup mahal.
  • Biaya eksploitasi tinggi karena menggunakan bahan bakar untuk pompa air.
  • Jika ada masalah kerusakan mekanik akan menyebabkan masalah, yang besarnya sesuai dengan tingkat kerusakan.
  • Pemberian air dipengaruhi oleh angin.
  • Pekerjaan tanah harus dalam kondisi normal supaya mudah dalam pelaksanaan.
Penggunaan big gun sprinkler untuk irigasi air tanah pertama kali dilaksanakan di Propinsi Nusa Tengara Barat, didesa Akar-akar kecamatan Bayan kabupaten Lombok Utara pada tahun 2007 dalam rangka kerja sama antara Departemen Pekerjaan Umum cq Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dengan Universitas Mataram. Saat ini daerah-daerah lain mulai mengadopsi teknologi tersebut, diantaranya Propinsi Jawa Timur yang mulai mencoba dikabupaten Mojokerto dan kabupaten Madiun.
Semoga penggunaan big gun sprinkler ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani air tanah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar